Agresi militer Israel ke Palestina, sejak yg lalu sudah menjatuhkan banyak korban. Dan terkutuknya, 70 % dari korban tersebut adalah wanita dan anak-anak. Dan juga target-target serangan Israel pun sudah melanggar konvensi Jenewa, dengan menyerang sekolah (tepatnya sebuah sekolah PBB), bangunan Ibadah, dan tempat perlindungan.
Dan mau tahu alasan Israel menyerang Palestina. "Kami diserang terlebih dahulu, ini sesuai dengan peraturan penyerangan. Negara dibenarkan menyerang jika sudah diserang lebih dahulu"
Tak tahu benar atau salah, yang jelas serangan ini sangat tidak sebanding dengan "serangan lebih dahulu dari HAMAS".
Sengketa dua negara ini kian mencuat semenjak HAMAS memimpin politik di Palestina. Hamas yg tidak pro kompromi dengan Israel sering membuat aksi-aksi kontroversial. Seperti menembakkan roket ke arah pagar pembatas yang dibuat Israel, ataupun menyelundupkan senjata melalui terowongan dari Mesir.
Seruan gencatan senjata dari PBB sampai saat ini belum diindahkan oleh kedua belah pihak. Israel meminta terowongan Palestina-Mesir ditutup dan pengiriman senjata ke Hamas dihentikan (tepatnya penghapusan militer Palestina).
Jika kita melihat kedua negara saat ini, maka solusi terbaik untuk kedua negara adalah gencatan senjata secepat mungkin. Hamas, sudah saatnya harus menurunkan egonya (walaupun mengklaim telah menang lawan Israel). Korban sudah cukup banyak, Hamas sebagai pemimpin di Palestina saat ini harus segera bertindak untuk melindungi rakyatnya. Kesepakatan damai dengan Israel harus dijalankan secepat mungkin. Atau dominasi kaum fatah juga harus bertindak membela Palestina n mendukung HAMAS.
Yang pasti, peperangan ini bukan lagi perang agama, tetapi sudah mencakup perang kepentingan (Israel yg sebentar lagi Pemilu, n Hamas yang tidak ingin kalah dengan fatah). Sudah saatnya kedua negara memikirkan nasib rakyatnya.....
