
Rakyat Indonseia patut berbangga, karena Presiden Amerika saat ini, Barrack Obama, adalah salah satu produk dari pendidikan di Indonesia (walaupun cuma SD dan beberapa tahun saja). Ya, kemenangan Obama kali ini mengukir sejarah atas dirinya sebagai presiden kulit hitam pertama di Amerika.
Dampak terpilihnya Obama yang paling dinanti rakyat dunia adalah bagaimana keadaan krisis perekonomian Dunia setelah terpilihnya Pemimpin dari negara adidaya yang sedang mengalami "keterpurukan" ekonomi.
Dampaknya bagi Indonesia? Belum terasa gejolak bagi perekonomian Indonesia setelah terpilihnya Obama. Nilai rupiah masih bercokol di atas 10.000. Bahkan akan ada sentimen menguatnya dollar setelah terpilihnya Obama.
Namun untuk sementara, terpilihnya Obama mungkin membawa euforia bagi banyak kalangan, kita tunggu saja kebijakan-kebijakan politik Obama. Apakah akan menekan kebijakan-kebijakan Bush?

5 komentar:
ya iyalah
semua senang
palagi gw,,,yang sangat pro Obama
gw pengen nangis kemaren nonton pidato kemenangan Obama
tapi gw tetep demen ma si Palin....huahuahua
Indonesia masih terpuruk?
ya iyalah
secara, pemilu AS ga berpengaruh langsung ke ekonomi Indonesia
ehm,ni gw kasih kuliah ekonomi dikit
Indonesia sebenarnya merupakan negara yang ekonominya sangat bergantung pada sektor riil, dengan kata lain negara dengan landasan ekonomi mikro
tapi akhir2 ini kebijakan ekonomi Indonesia berpihak pada ekonomi makro
keadaan sektor riil Indonesia sedang melemah sampai2 pemerintah akan mengucurkan sejumlah dana tuk membantu sektor ini
kayanya negara kita udah terpengaruh dengan negara2 barat yang menganut paham keynesian, mengaplikasikan doktrin Keynes, sang bapak Moneter
memang negara barat tuk sementara maju, namun jika terus bergantung pada moneter, Adam Smith, seorang Tokoh Ekonomi klasik dan penentang Keynes, meramalkan akan terjadinya perpusatan kekayaan
gap orang kaya dan miskin akan semakin jauh
karena menurutnya para pemain dalam sistem moneter tersebut sebenarnya adalah hiu2 yang haus akan kekuasaan, mencanangkan harga2 saham dan kurs demi keuntungan mereka sendiri
walopun harus menjatuhkan ekonomi satu negara, jika bermanfaat bagi mereka, itu pun akan dilakukan
Maka, Adam Smith menyatakan bahwa penopang utama ekonomi tiap negara sebenarnya adalah sektor riil
dan hal ini yang sebenarnya tidak disadari pemerintah negara kita
tapi bagaimanapun sektor moneter juga berpengaruh sih
nah, balik ke Obama, sebenarnya implikasi kemenangan Obama terhadap ekonomi amerika adalah menguatnya kepercayaan investor
hal ini bisa dilihat dari saham Dow Jones setelah kemenangan Obama, ditutup setelah menguat 3 koma sekian poin
dan kelanjutannya, ekonomi amerika membaik, ekspor dari asia lancar, ekonomi Indonesia membaik
kita tunggu aja
nah, bagi yang nonton tv malem ni pasti tau, bbm turun!
tapi yang turun cuma premium
cuma gopek lagi
jadi 5.500
nah, bahan postingan lagi niy, bang admin
oke sekian deh
regards,
Yoha, tapi mbo secara pribadi lebih mendukung teori adam smith, karena apo???? Karena bingung baco teori keynes t, dak ngerti awak.....
Update terbaru per 7 November 2008, rupiah ditutup seharga 10950/ dollar. Sentimen bakal terus menguatnya dollar pasca kemenangan Obama mulai terasa. Berdoa saja, situasi di bursa efek tidak malah meluluhlantahkan rupiah.
Banyak prediksi, butuh waktu lama agar dapat menstabilkan dollar kembali kenilai dibawah 10000. Dan yang paling admin benci, ambo harus nunda beli laptop sampai waktu yang tidak ditentukan, demi dollar yang rak kunjung turun.
Dipengaruhi Kemenangan Obama
Rupiah Stabil di Rp9.500 Dua Bulan Mendatang
Rabu, 5 November 2008 - 16:19 wib
text TEXT SIZE :
A Nabhani - Okezone
Corbis
JAKARTA - Rupiah diproyeksi akan kembali stabil di kisaran Rp9.500 per dolar pada dua bulan ke depan, dengan alasan adanya sentimen positif dari kemenagan Barack Obama.
"Saat ini penurunan rupiah lebih pada sentimen negatif, khususnya soal kepercayaan antara masyarakat dan dunia usaha. Ada keseimbangan baru terhadap terpilihnya calon dari Partai Demokrat itu," ujar ekonom Indef Aviliani, saat ditemui wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (5/11/2008).
Penguatan juga akan ditopang oleh masuknya dana-dana asing, baik berupa portofolio maupun untuk foreign direct investment (FDI). Pertemuan Kelompok 20 (G20) juga akan memberikan sentimen positif bagi rupiah. Untuk diketahui, forum G20 antara lain akan membahas tentang reformasi sistem keuangan dunia.
Mengenai pelemahan rupiah saat ini, menurut dia, lebih disebabkan oleh sentiment negatif dalam negeri karena melemahnya kepercayaan, yang membuat masyarakat Indonesia beramai-ramai membeli dolar.
Aviliani juga meminta Bank Indonesia mendengarkan desakan masyarakat dan dunia usaha untuk memangkas suku bunga acuan BI Rate hingga 50 poin.
"Kalau BI masih peduli untuk menggerakkan sektor riil, seharusnya dilakukan," tegasnya.
Namun, Aviliani berpendapat BI masih khawatir menurunkan suku bunga dengan pertimbangan terus melemahnya rupiah. "Jadi ada kepentingan dua pihak di sini," kata dia.
Kendati demikian, Aviliani berpendapat BI harus lebih condong untuk mengeluarkan kebijakan yang pro-sektor riil. "Kalau mau menggerakkan sektor riil, turunkan BI rate 50 basis poin. Negara lain pun sudah melakukannya," tegasnya, sembari menjelaskan turunnya suku bunga akan menggerakkan sektor riil dan berimbas positif ke pasar modal. (jri)
mmmm...
kayanya gw kurang ngerti di mana letak keuntungan INA dengan meningkatnya kepercayaan investor
bukannya kepercayaan tersebut ditujukan pada AS?
jadi, dengan meningkatnya ekonomi AS dan stagnannya rupiah, dijamin gap antara rupiah dan USD bakal terus melebar
tapi ga tau juga, gw bukan ahli ekonomi sih
jadi kita liat aja 2 bulan lagi
ow yah, bunga BI juga jadi masalah
selama beberapa bulan ini, bunga BI udah naik 6 kali menjadi 9 persen
dan ini mengakibatkan banyak kerugian buat negara
contohnya, suku bunga bank swasta ikut naik
hal ini menyebabkan kesulitan membuka usaha karena terbentur modal
pinjaman yang harus dibalikkan ikut membengkak
lagi2, masalah sektor riil
sebenarnya dinaikkannya suku bunga BI dikarenakan untuk menjaga batas inflasi rupiah dan cadangan devisa negara
tapi hal ini merugikan tuk sektor riil seperti yang udah gw sebutin tadi
jadi, ni masih menjadi polemik
tapi mungkin ntar lagi bakalan diturunin
kita liat aja
DOllar harganya mencapai 11800, ringkah spekulan di BI makin parah, akibatnya, pemerintrah m'buat aturan valas, "pertukaran valas harus memiliki tujuan yang jelas, terutama u/ ekspor-impor".
Tapi ini bukan jalan baik untuk menurunkan harga dollar. Dan lagi, tampaknya harga dollar akan mencapai revolusi besar sesudah PEMILU 2009 nanti, entah itu turun dengan drastis, ato malah sebaiknya. Pokoknya, mulai sekarang para pelaku ekonomi harus mulai mengurangi pemikiran meraup untung belaka, karena pondasi ekonomi Indonesia semakin terpuruk dengan ulah para spekulan yang maunya untung terus, sementara keadaan ekonomi bangsa makin terpuruk.
Posting Komentar